Kategori Sastra

0

Perempuan Penabur Kembang di Kuburan

Oleh: Daruz Armedian Seperti abadi, perempuan itu selalu di kuburan ini. Tengah malam buta. Tengah malam tanpa suara apa-apa. Kecuali derik jangkrik, dekut burung, dan desau angin menerpa daun-daun. Perempuan itu tanpa mengeluarkan suara....

0

Sajak-Sajak Daruz Armedian

Menyulut Api   terbakar aku, oleh api rindu, yang kusulut sendiri aku tak pernah takut bertahun-tahun menatap maut seperti ingin kupeluk seperti ingin kupagut aku tak pernah setakut ini api rindu akan membakar habis...

0

Bukan Perempuan Baik-Baik

Oleh: Daruz Armedian* Naelinnia tahu, ibunya bukanlah perempuan baik-baik. Sering malam-malam pada saat pura-pura tertidur, ia mendengar dengus satu-satu dalam kamar ibunya. Sekalipun seperti itu, tak sedikit pun keberaniannya menyeruak kemudian mengetuk pintu. Ia...

0

Dimana Kita Hidup (Puisi-puisi Mbah Takrib)

  Diskursif   Pikiranku dibelenggu kenyataan menjadi jinak pada keadaan ataukah ini penahlukkan bukan represif, tunduk pada pentungan namun diskursif   Melalui wacana; globalisasi-liberalisasi orang-orang berlenggak lenggok membangun imajinasi budaya imitasi yang absurd  ...

0

Surat kepada Bapak yang Tengah Dipenjara

Oleh: Daruz Armedian             Rabu, jam 7 malam. Bapak, hari ini aku juara kelas. Mengalahkan tigapuluh murid-murid yang lain. Sebagaimana yang bapak mau, aku harus menjadi anak yang pintar agar tidak seperti bapak. Agar...

0

Hujan Akhir Januari

Oleh: Daruz Armedian Benar. Semua memang harus pergi. Pulang ke tempat tinggal masing-masing. Tapi dia tidak tahu dan tidak aku beri tahu. Kalau sebenarnya aku ingin pergi jauh. Ke tempat di mana tidak ada...

0

Gadis Kahyangan di Jalan Pematang

Oleh: Daruz Armedian   Orang-orang miskin seperti kami, seringkali kehilangan kata-kata kalau sedang menjumpai keanehan. Atau hal yang sangat jarang ditemui. Seperti hari ini. Ya, datang tiba-tiba seorang gadis, kalau aku boleh menyebutnya gadis,...

0

Penyesalan

Oleh: Joko Gembili* Desa perbatasan antara seberang kota, terdapat kehidupan yang menyedihkan. Keluarga kecil yang miskin pengetahuan. Sukinar seorang kepala rumah tangga dari keluarga yang miskin. Keseharianya hanyalah bermain judi dan suka merampok. Lelaki...

0

Tepat Pukul 06:00

Oleh: Daruz Armedian Ia yang tadi malam dirajam, darahnya api, jeritannya setan. Dini hari ini Rohman gelisah. Jam yang menunjukkan pukul dua lebih lima menit tak membuat matanya ngantuk. Bayangan lelaki tua berjubah hitam...

0

Hikayat Terpidana Mati

Oleh: Daruz Armedian   Seseorang menutup pintu tanpa suara. Pelan seperti angin menerpa ilalang. Ada yang tengah berbisik pada telinga-telinga. Setidaknya ada sepuluh orang di sana. Menunggu percakapan-percakapan lainnya. Rumah seperti musim kemarau. Selain...