Kategori Sastra

2

Utopia Seorang Penulis Pemula

tubanjogja.org – Penulis Oleh: Daruz Armedian “Saat individu mencapai usia seratus tahun, ia bisa hidup tanpa cinta atau persahabatan. Kematian akibat penyakit dan ketakhati-hatian bukan hal yang patut ditakuti. Ia mengamalkan salah satu seni, atau...

Daruz Armedian 0

Surat Cinta untuk Afi Nihaya

Tubanjogja.org – Afi Nihaya Hallo, apa kabar Afi? Aku harap kamu tidak menjawab aku baik-baik saja dan kemudian pembicaraan kita berhenti sampai di sini. Aku harap kamu menjawab dengan kata-kata yang lebih panjang dari itu....

0

Berita Bola Minggu Pagi

Oleh Mbah Takrib Real Madrid mempertahankan trofi Liga Champions usai mengalahkan Juventus di final. Prestasi yang belum pernah diraih club lain, bisa dicapai El Real dengan meyakinkan. Real madrid menang telak dengan skor 4:1 pada...

Cerpen daruz armedian 0

Tamu dari Surga

Cerpen Daruz Armedian. – Tuban Jogja Oleh: Daruz Armedian Malam itu ada yang mengetuk pintu rumahku. Tak ada suara lain yang mengiringi ketukan itu. Padahal yang kuharapkan adalah ucapan salam atau sebagainya, sebagai bentuk...

1

Pembual itu Tak Seperti Biasanya

Saya ingin agar sesekali orang harus melakukan suatu refleksi kesejarahan, bahwa kopi yang kita minum ini, melewati proses yang panjang. Bahwa ada sejarah yang benar-benar pahit dalam secangkir kopi yang pahit ini. Mulai proses penemuan, penanaman, pembudidayaan, pemaksaan menanam kopi oleh Belanda zaman cultuurstelsel yang memperbudak nenek moyang kita itu. Lalu bagaimana monopoli tengkulak besar dan mengendalikan harga sehingga petani kopi kita sampai saat ini tak kunjung sejahtera. Buruh-buruh di pabrik kopi tak juga sejahtera, dan seterusnya. Yang jelas ada relasi sosial yang menindas dalam proses secangkir kopi yang terhidang di meja kita ini.

Surat untuk Harmoko: Ujung Gang Ndasen 0

Ujung Gang Ndasen

Tubanjogja.org – Surat untuk Harmoko Oleh, Mbah Takrib* (Surat untuk Harmoko) Salam, Harmoko yang baik, aku selalu percaya padamu, sebagaimana awal perjumpaan kita di Gang itu. Kau adalah lelaki polos, jarang kutemui lelaki sepertimu....

0

Tepi Gang Ndasen

Oleh, Mbah Takrib* Kami terdiam cukup lama, menghela nafas dan saling menatap. Udara dingin yang menghantam kulit, kini terasa seperti cambukan yang menyayat perih dalam hati. Pertemuan yang kuharapkan tak lagi menentramkan, Harmoko telah...

0

Telikungan Gang Ndasen

Oleh, Mbah Takrib* Segalanya telah berubah, bagiku juga bagimu Benar, perubahan adalah hal yang pasti, entah karena takdir Tuhan atau hukum alam.  Kini, kita telah berada jauh melampaui setapak harapan yang pernah kita pijak....