Wajah Tuban yang Tak Ramah

Wajah Tuban – Saat aku tidak berada di Jogja, aku pergi kekampung halaman, Tuban. Di Tuban menurutku dipenuhi orang-orang monoton yang dibutakan dengan kedamaian palsu. Saat aku berpikir diriku mengorbankan diri untuk melindungi gaya hidup monoton seperti itu, aku merasa bosan.

Wajah Tuban yang Tak Ramah

Karya Chill

Aku merasa sendiri dan sangat sedikit orang di kota asalku yang melakukan pemberontakan– dengan landasan yang berakar. Atas sikapku itu, aku berharap dapat menyadarkan banyak orang. Yang mana masih banyak orang acuh tak acuh terhadap pemerintahan Tuban yang dalam banyak hal telah menindas. Mereka masih berpikir kalau melawan dan menuntut hak adalah tugas orang lain.

Aku tidak suka mengatakanya; tapi semakin aku membantu menyuarakan hak mereka, semakin aku ingin membungkam mereka dengan pertanyaan. Kalau memang di Tuban tidak ada masalah dalam pemerintahan, lalu kenapa di Tuban masih saja ada konflik pembebasan lahan untuk kepentingan pabrik?

Dalam pertanyaan lain harusnya kita juga renungkan; jika tanah dan laut itu diambil, bagaimana rakyat hidup? Bukankah hanya itu yang bisa jadi sumber penghidupan yang berkelanjutan?

Apa mungkin kalian telah bisa menerima kenyataan yang pahit ini dan berdamai dengan ketidaladilan?

Padahal pabrik lah yang tak bisa menerima kenyataan, kalau mereka sesungguhnya hanya pendatang. Dengan maksud hanya ingin mengambil sumber daya alam yang ada di Tuban, tanpa memberi berkah. Dan kita (masyarakat Tuban) yang pasti hanya mendapat limbah atau bahkan hilangnya lapangan pekerjaan.

Dan dalam niatan baik yang tak selamanya di nilai baik. Tujuan kami hanyalah berupaya melakukan perbaikan, salah satunya dengan merubah kesadaran melalui media tulisan agar tercipta budaya berfikir kritis bagi masyarakat Tuban.

Oleh Chill

Baca juga : Pledoi dari Kerek

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.