Puisi Nadya Elga: Pelangi di Malam Kemarau

Pelangi – Oleh Nadya Elga

tak lagi pelangi

 

ada waktu-waktu kita enggan bersama

hingga cerita-cerita yang dulu api perlahan jadi abu

 

tapi musim tak mengizinkan berlama beku

kita kembali berceracau

tentang fajar yang bergetar

pagi yang asin

siang yang dicaci

sore yang lelah

senja yang birahi

dan malam yang luka

 

meski tak lagi pelangi, langit kita bukan kelabu

meski warna-warna tak lagi kita butuhkan

Kerek, 19/10/17

 

Pelangi di malam kemarau

Karya tim tubanjogja.org

 

tak lagi kemarau

 

hitam hatimu

hati-hatiku

hari-hari bisu

 

dalam rindu kita berguyur

dalam kalbu kita berlumur

 

hujan pasti datang

memakai sajadah seribu awan

memukau perjumpaan

memaki percumbuan

 

rajukmu dalam dadaku

desirmu dalam lelapku

 

kita sadar

kita benar-benar terlempar

Montong, 21/10/17

 

santri

 

masihkah kau sembunyi di balik bilik?

sajadahmu memerah bau darah

pecimu menghitam bau tanah

sarungmu lusuh bau arwah

 

mereka menari-nari

dan mereka terus menari-nari

tarian api

membakar segala bunyi

 

masihkah kau sembunyi dibalik bilik?

tuhan-tuhanan bermunculan

bertumbuh berbunga tuhan-tuhanan

berparade menyesaki kalbumu

 

tapi zikirmu makin sunyi

ibadahmu penuh hampa

lagumu beku

tapi terus kau peluk

hingga sekujur tubuhmu kaku

 

tiga belas abad lalu kau ditanam

berapa lama lagi kau bisa dipanen?

Senori 22/10/17

Baca juga : Senandika Pecinta

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Oktober 27, 2017

    […] baca juga : puisi-puisi Nadya Elga […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.