Hujan dan Kenangan: Antologi Tiga Penyair Sanggar Tinta Merah

Hujan dan Kenangan; Antologi Tiga Penyair Tinta Merah

Hujan dan Kenangan, ilustrasi diambil dari sterio.com

Tidur di Musim Hujan

Bilamana malam ini turun hujan

Hal ini yang ingin ku kenang adalah perjumpaan kita di suatu sore;

 

Dalam perjamuan kecil, usai menyusuri jalan kota

Kau dan aku duduk berdua, memesan sepasang cangkir kopi di sebuah kedai dengan rasa setengah manis

 

Lalu kita seduh kopi itu, dengan wangi aroma kemarau

Menghapus sisa rasa pahit kopi yang setengahnya

 

Pada suatu sore;

Tanpa hujan, kita telah memintal kenangan.

Yogyakarta, 2017

Mbah Takrib

 

 

Mengartikan Pelukan

Ingat malam itu

Aku memelukmu

Sebuah cara mengucap cinta tanpa kata-kata

Tubuhku beku dan suaraku sepi

Seperti ditelan bumi

 

Tapi saksikan, dadaku berteriak

Seolah ada sesuatu yang retak

Di dalamnya ada diriku yang lain berdoa

Semoga aku bagian dari kamu

Yogyakarta. 2017

Daruz Armedian

 

Gadisku Rinduku

wajah cantik itu tiba -tiba muncul
lirikan indah bola matanya
merekah senyuman dibibir merah
berdegup jantung memandangnya

pesan yang berkesan suara yang menyentuh jantungku
begitu menggelora, mengalir dalam darahku
semua akan menelanjangi jiwa dan mendekapku
ahh itu sempat menyelimuti kita

yang memberikan kehangatan dikala kedinginan
yang memberikan kesejukan dikala panas dahaga
tapi kini….

ya….dia hilang begitu saja
bola mata indah, senyum yang merekah tak ada lagi
lepas…. hilang
kini rasa dingin dahaga kembali hadir
merindu di ujung tak bertepi

Yogyakarta, 2017

Muttaqin Bin Muslimin

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. November 17, 2017

    […] juga : kumpulan puisi tiga penyair tinta merah dan kumpulan puisi darus […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.