Karena Khilaf, Kongres KPMRT Dibungkus dengan Diskusi Buku Produk Sendiri

Tubanjogja.org, Sebagaimana banyak digemborkan di media sosial mengenai pentingnya kesadaran atas perkembangan generasi, KPMRT (Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban) seolah tidak ingin ketinggalan. Tepat pada 29 September 2017, KPMRT mengadakan kongres, pergantian kepengurusan, yang ke enam kalinya di aula LKIS Sorowajan, Bantul, Yogyakarta.

Sumber Dokumentasi

“Untuk menuju KPMRT yang lebih segar dan saleh, kita perlu sesegera mungkin mengadakan pergantian ini.” tegas Abdul Adzim, ketua panitia kongres.

Agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kongres kali ini dibungkus dengan nuansa yang agak berbobot. Pertama karena adanya bedah buku karya salah satu kawan KPMRT sendiri, sedangkan kedua apresiasi karya-karya lain yang juga merupakan produk dari kawan KPMRT. Buku yang dibedah adalah Pesan Kedua Muhammad saw karangan Muhammad Saifullah (asal Kerek). Adapun beberapa karya lainnya meliputi kumpulan puisi Ahmad David (asal Montong) dan beberapa kumpulan cerpen sekaligus puisi Darus Armedian (asal Senori).

“Saya rasa ini penting. Adanya diskusi buku dalam kongres itu penting. Sebab selama ini, kita (KPMRT) sudah dikenal sebagai pengkritik. Seyogyanya, dengan ini kita bisa menuju pengkritik yang lebih sahih dan saleh.” Begitu ungkap Ketua KPMRT yang sebentar lagi mau lengser.

Namun, kendati begitu, jika dibandingkan dengan tahun kemarin, menurut salah satu panitia, Ivan Wahyudi, Jumlah pesertanya berkurang. “Tahun kemarin, jumlah yang hadir mencapai tiga puluh (30), tapi sekarang hanya dua puluh satu (21).”

Kongres yang berhasil menjadikan Abdul Adzim (asal Palang) sebagai nahkoda baru KPMRT ini dimulai pada pukul 15.00 WIB. Agenda pembuka dimeriahkan dengan diskusi buku dan apresiasi karya. Adapun untuk acara inti kongrres baru dimulai selepas Maghrib. Adzim, nama sapaan dari ketua panitia, menengarai bahwa runtutan seperti ini sengaja dibuat untuk mengantisipasi kehadiran teman-teman yang tidak jarang molor.

“Namanya juga lingkungan. Karena kita hidup di daerah yang tidak ramah ‘waktu’, maka antisipasi seperti ini perlu.” Ungkapnya di sela obrolannya dengan tim redaksi seusai acara, 22.15 WIB, sambil menikmati hidangan nasi khas Jogja.[red.]

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.