Rudal Nyasar, Hampir Kenai Petani Urut Sewu

Poto by Muhlisin

Kebumen,14 September 2017 sekitar jam 09.00 WIB, sebuah bom telah meleset di tanah pertanian. Sekitar 800 meter di sebelah utara pagar yang merupakan tanda klaim tanah pesisir oleh TNI AD. Jatuhnya bom terjadi di lahan saudara Seniman, ketua Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FGPKS). Bom salah sasaran ini terjadi dalam rangka latihan TNI AD di lahan pesisir Urut Sewu.
Seniman membenarkan lokasi kejadian di lahan pertaniannya tersebut.

Yang mengherankan, kalau memang peluru/bom itu sudah membentur tembok, mengapa peluru tidak meledak? Ini jugalah yang dipertanyakan oleh Seniman. Ia menambahkan bahwa seharusnya sudah saatnya tentara tidak latihan di Urut Sewu. Sebab Urut Sewu pada hakikatnya bukanlah tempat latihan. Tapi lahan pertanian.


Meski meleset, ini hampir memakan korban lebih dari 15 orang. Pasalnya, ia jatuh tidak kurang dari 10 meter dari posisi petani yang tengah bekerja. Pak Kasiman Tlepong, salah seorang warga yang sedang membabat rumput di sekitar lokasi kejadian, mengatakan bahwa beliau sangat terkejut dan takut karena dia ada di lokasi kejadian bersama keluarganya. Seandainya bom itu meledak maka dia dan 6 saudaranya pasti menjadi korban.

Menurut Pak Maryadi (salah seorang Babinsza yang berasal dari Desa Entak), bom ini harusnya meledak ketika mengenai tembok sasaran. Tapi, rupanya ia tidak meledak selepas menghantam tembok dan malah meleset ke lahan pertanian warga. Pak Maryadi mengatakan bahwa dia suka mengambil sisa-sisa peluru, pecahan-pecahan peluru tatkala menggembala kambing. Pak Maryadi juga mengatakan bahwa jika ada kejadian seperti ini, maka warga dipersilahkan melapor ke Koramil terdekat.


Pak Muhlisin, Kepala Desa Kaibon Petangkuran, mengatakan bahwa saat ini masyarakat merasa hidup di zaman yang aman, tapi sebenarnya tidak aman. Muhlisin mempertanyakan solusi terhadap permasalahan ini. “Ini solusinya bagaimana?” tanyanya.

Harapan Muhlisin ke depan pelatihan TNI AD sebaiknya dipindah, dan tanah masyarakat harus dikembalikan. Ia menambahkan bahwa sebaiknya pemerintah harus ikut andil dalam penyelesaian kejadian seperti ini. Menurutnya, masyarakat sudah merasa sangat putus harapan dengan pemerintah. Karena kenyataannya, pemerintah kurang sigap menindaklanjuti kejadian seperti ini, kendati ada pengaduan dari warga.

Seniman menegaskan bahwa Urut Sewu adalah kawasan pertahanan pangan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan lahan untuk latihan bagi militer.

 

Oleh: Metilda Menimawati Gulo, mahasiswi Sosiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang sedang melakukan penelitian di Urut Sewu.

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.