Lima Cinta yang Kecewa

Cinta – Lima Cinta yang Kecewa

/1/

aku dalam kereta malam ini

di balik jendela gulita

menangkap mataku

dan tiba-tiba rindu

lebih panjang dari rel dan perjalanan

 

lidahku tak mungkin lupa

rasa kopi yang pernah kau aduk

di ruang tamu rumahmu

atau ruang tempat aku menerka

: di sinilah kau dibesarkan dunia

 

atau lupa—makhluk paling kubenci itu

aku tolak sebagai pengembara

yang mengucap salam

di pintu kepalaku

 

/2/

ingat malam itu

aku memelukmu

sebuah cara mengucap cinta

tanpa kata-kata

tubuhku beku dan suaraku sepi

seperti ditelan bumi

tapi saksikan, dadaku berteriak

seolah ada sesuatu yang retak

di dalamnya ada diriku yang lain berdoa

semoga aku bagian dari kamu

 

/3/

aku ingin menjadi penakut

yang gagal bersembunyi

dari remuk-redam

patah hati

 

patah hati adalah luka

yang tak mengenal anyir darah

namun mahir mengolah

kenangan

menjadi air mata

dan sajak cinta yang kecewa

 

kecewa adalah kita

yang berusaha jatuh cinta pada kesendirian

pada kesepian masing-masing

aku asing bagimu

kau bagiku orang lain

 

orang lain adalah bayang-bayang

dari segala bentuk dirimu

lalu ke mana

jalan menuju kelupaan?

 

melupakanmu adalah perjalanan

di mana aku sebagai pengembara

yang bingung

dan tanpa bekal di punggung

 

/4/

sungguh sakit

menjadi penyair sepertiku

menanggung nasib

yang lebih berat ketimbang

berton-ton batu:

mengenang seseorang

yang lupa

muasal di mana ia pertama kali

melabuhkan cinta

 

aku serupa dermaga

dan ia perahu

yang memilih samudra

sebagai rumahnya

 

/5/

kematian diderita hanya bagi yang dilupakan

seperti diriku; dikepak angin dipijak waktu

didepak orang lain dan juga dirimu

 

 

baca juga, puisi tuban jogja

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.