Parangtritis Pada Suatu Sore: Hari yang Ingin Kukenang

Oleh Daruz Armedian

Jika ada hari yang boleh kukenang, meski sebenarnya kefanaan, adalah bersamamu sore itu. di sebuah pantai dengan debur ombak laut selatan dan kau amat sangat bahagia memainkan pasir-pasir. aku melihatmu sebagai anak-anak yang bebas dari belenggu waktu. kau tertawa lepas seolah setelah itu dunia tidak lagi terdiri dari kepingan-kepingan kesedihan.
.
Kau tidak menulis sesuatu di pasir itu karena kau tahu ombak pasti akan menghapusnya. itu sia-sia, katamu. lalu aku membayangkanmu menulis cinta di langit dengan tinta samudera. kau bahagia menuliskannya sehingga tanpa menyadari tintamu habis, samudra itu habis, sedangkan langit masih begitu luas menampung segala. kau menangis setelah paham bahwa cinta tak akan pernah habis jika dituliskan.
.
Aku menenangkanmu dengan mengajak pulang. kita harus pergi dari sini, kataku, udara dingin tidak baik bagi kesehatan. tetapi kamu menolak. pulang selalu menciptakan jarak, katamu, aku benci kita harus berjarak.
.
Akhirnya di bangku itu kita duduk. mengamati langit yang pelan-pelan redup. angin masih sibuk memainkan ujung kerudungmu dan kerah bajuku. bagaimana kalau kita….
.
Jika ada hari yang boleh kukenang, meski sebenarnya kefanaan, adalah bersamamu sore itu. aku mengerti itu ilusi. sesuatu yang kelak retak dan aku ingin membikinnya abadi (puisiGM). tetapi bagiku, hidup tanpa mengenang adalah penghianatan pada masa silam.
.
*Daruz Armedian, seorang lelaki sunyi di tengah ramainya arus gerak zaman.

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.