Kebanjiran Duit Israel, KPMRT Rencanakan Bangun Pabrik Semen Tandingan

Nasihin nampak akrab dengan perdana mentri israel Benjamin Netanyahu

Yogyakarta – Ramai-ramai soal Semen, KPMRT tak mau ketinggalan. Sekembalinya Nasikin dari kabar raibnya kemarin, (baca: Nasikin Hilang, Duga-sangka Selimuti Warga KPMRT) ia langsung tancap gas mengumpulkan jajaran struktural KPMRT untuk rapat organisasi. Dari rapat singkat yang berlangsung di Hotel Temaram, Sarkem (1/6/17) itu menghasilkan keputusan bulat: KPMRT rencanakan pendirian pabrik semen tandingan di Tuban.

Adapun mengenai pendanaannya, Nasikin menyatakan bahwa untuk mendirikan pabrik semen tentu membutuhkan modal yang banyak. Bahkan pemerintah kita sering mengemis-emis pada investor asing untuk membangun pabrik. “Tapi santai gaes, kemarin selama seminggu penuh saya di Israel. Ketemu langsung dengan Benyamin Netanyahu. Saya dipaksa menerima limpahan dana mereka. Triliyunan loh. Awalnya saya menolak sebab dana itu diperoleh Israel dari hasil jual-beli senjata. Tapi kemudian saya teringat kawan-kawan yang melarat, atau tak ikut menikmati hasil pabrik semen di Tuban. Alangkah baiknya kalau saya bisa gunakan uang itu untuk bangun pabrik semen tandingan. Karena pikiran mulia saya itulah, tawaran Israel langsung saya terima,” cerita Nasikin dramatis.

Seluruh jajaran pengurus KPMRT sepakat bulat. Mereka juga tidak mempersoalkan asal-usul pendanaan. Sebagaimana Mutaqin, warga KPMRT yang ahli ekonomi dan IT, menyatakan dana darimana pun, yang penting tujuannya mulia. “Mau dari Israel atau dari UFO, mau dari hasil jualan senjata atau dumbek, tidak penting itu,” tegas Mutaqin saat diwawancarai sambil ngupil santai.

Adapun Faizin, yang selama ini terkenal lembut hatinya, alim serta wira’i, agak hati-hati menyoal dana itu. Tapi melihat antusiasme warga KPMRT yang lain untuk mewujudkan rencana mulia itu, di sisi lain memang belum ada dana selain dari Israel, akhirnya Faizin sepakat. “Mau gimana lagi, ini untuk tujuan mulia di keadaan yang mendesak. Ingat, yang penting membawa maslahah bagi seluruh umat,” pesan Faizin sembari berzikir pelan. Assu Assu Asssuuu…

Usai rapat mereka tak langsung bubar. Mereka asyik mendengarkan pengalaman Nasikin sepanjang menghilangnya selama seminggu. Hingga larut malam, mereka kembali di kamar hotel masing-masing, sambil menggandeng bidadari-bidadari yang dipesan Nasikin jauh-jauh hari.[]

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.