Tari Soya-Soya Maluku, Meriahkan Acara “Kartini Menjaga Bumi”

tubanjogja.org – Tari Soya-Soya

Pentas tari soya-soya

Yogyakarta, –Aliansi berbagai organisasi yang terdiri dari IKPM Jawa Barat, KPC Cirebon, Perempuan Mahardika, IKPM Ternate, Kopri PMII, Kohati HMI, Teater42 UAD, Cakrawala , SMI, Tetek Tatum, Riot, Jarawaga, dan simpatisan lainya, adakan acara panggung rakyat peringatan hari Kartini sekaligus hari Bumi dengan tema “Kartini Menjaga Bumi”. Bertempat di parkiran terpadu fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu 06 Maret 2017.

Acara tersebut, dimeriahkan oleh beberapa kelompok kesenian di Yogyakarta, salah satunya adalah dari IKPM Ternate Maluku yang mementaskan tari Soya-Soya. Tari itu merupakan tari asli daerah Maluku yang lahir dari semangat perlawanan terhadap penjajahan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dede, dalam pengantar pembukaan pentas.

” Tari Soya-Soya ini dulunya digunakan untuk mengobarkan semangat para prajurit saat penyerbuan Kesultanan Ternate ke Benteng Nostra Senora Del Resario (Benteng Kastela) yang dikuasai Portugis. Penyerbuan tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Baabullah dalam rangka menyelamatkan ayahnya yaitu Sultan Khairun yang dibunuh secara kejam oleh tentara Portugis. Pertempuran ini juga menjadi awal kebangkitan masyarakat dalam mengusir para penjajah Portugis yang sudah lama menduduki tanah mereka. Untuk mengabadikan peristiwa heroic tersebut, para seniman Kesultanan kemudian menciptakan dan mengembangkan sebuah tarian yang disebut dengan Tari Soya Soya ini “, ungkapnya.

Selama berlangsung pentas, penonton yang hadir nampak serius mencermati gerakan dalam tari tersebut. Bahkan, beberapa diantaranya terlihat fokus mengabadikan tari itu dalam video ponsel masing-masing. [Mbah Takrib]

 

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Oktober 8, 2017

    […] yang mengkritisi penindasan oleh korporasi multinasional dan militer yang dibacakan, diselingi tari-tarian dan orasi perlawanan. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.