Ngopdar, KPMRT Diskusikan Teknologi dan Kemanusiaan

Suasana Ngopdar dan diskusi rutin dwi mingguan KPMRT Yogyakarta

Suasana Ngopdar dan diskusi rutin dwi mingguan KPMRT Yogyakarta

Tubanjogja.org, Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, melaksanakan agenda rutin dua mingguan sekali ngopi darat (ngopdar) dan diskusi. Dalam diskusi kali ini, tema yang diangkat adalah Teknologi Informasi dan Kemanusiaan yang dipantik oleh saudara Muttaqin, bertempat di Blandongan kafe (28/4/2017).

Mutaqin memulai diskusi dengan memaparkan tentang perkembangan teknologi yang semakin pesat. Teknologi (informasi) itu, sesungguhnya adalah alat yang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam dalam menjalani kehidupan. Namun sayangnya, seringkali teknologi juga menghilangkan dimensi kemusian dan menjadi sumber masalah dalam kehidupan itu sendiri.

“Kita boleh bersenang hati dengan semakin pesatnya teknologi informasi, dengannya kita lebih mudah menyampaikan pesan dengan efektif dan efesien. Apalagi sekarang media sosial juga semakin banyak bentuknya, ada facebook, twitter instagram dan yang lain. Tapi apakah itu semua benar-benar menjadikan kehidupan lebih baik dengan segala fasilitas yang di tawarkan? Atau tidak sepenuhnya begitu, sebab banyak kita jumpai media sosial sebagai alat sosialisasi justru menciptakan manusia model baru yang dalam tanda petik malah asosial. Sebagai contoh kita lebih suka chatingan dengan orang lain dari pada bertemu dan ngobrol langsung di dunia nyata, selain itu tidak jarang oknum tertentu memanipulasi pesan dan profil kepribadinya dalam rangka pencitraan”. -Ungkap Mustaqim, mahasiswa Amikom Yogyakarta semester tujuh, asal Jatirogo.

Nasihin, peserta diskusi sekaligus kepala suku KPMRT, menyepakati apa yang dipaparkan Mutaqim. Ia menambahkan, teknologi informasi sebagai titik pijak globalisasi yang meniadakan sekat dan batas wilayah, justru membuat manusia dalam porsi tertentu mengalami alienasi.

“Saya sepakat dengan pemaparan saudara mutaqin. Teknologi informasi merupakan prasyarat era baru, yang oleh banyak orang disebut sebagai globalisasi. Dunia semakin mengecil dalam makna khusus, teknologi itu meniadakan sekat dan batas wilayah. Orang-orang dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang yang berada jauh darinya tanpa harus datang ditempat orang tersebut. Namun disisi lain, ia justru terasing dari lingkungan terdekatnya, ibarat gajah di seberang lautan tampak tapi dinosaurus di belakang rumah tak terlihat, hehehe“. -Tambah Nasihin, mahasiswa Janabadra Yogyakarta yang hampir lulus.

Diskusi tersebut berjalan hitmat dan cair. Banyak peserta diskusi yang antusias dengan tema yang di usung, sebab dianggap dekat dengan kehidupan sehari-hari dan merupakan kondisi yang harus dihadapi di era sekarang. [Mbah Takrib]

 

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.