Puisi-puisi Mbah Takrib

Ilustrasi diambil dari Aliexpress.com

Ilustrasi diambil dari Aliexpress.com

 

Sisa hujan

 La

malam setelah kepulangan

aku mengenangmu dalam sepi

sisa resah yg jatuh di jantungku

menyisakan dingin di badan

La

sebagaiman aku mengingatmu

sebelum kepergian dan hujan

di sebrang jalan

di lesung pipitmu

telah tepatri jiwaku.

(Yogyakarta, 2014)

 

Sepasang Rembulan

Adinda,

Bulan malam ini bercahaya

diatas laut tenang bergelombang

melukis rindu pada sebait puisi lama

terang purnama yang sempurna

tapi,

aku ingin bulan yang tak sempurna

tetap terang

lalu

kutanyakan pada kedua kelopak matamu

“dimana separuh bulanku?”

dan kau menjawab dengan kedipan lembut

“ada dihatiku”

kemudian kita saling tersipu

menyempurnakan purnama dalam pelukan

saling memandangan

*dari tepi, aku melihat sepasang rembulan.

 (Tuban tepi pantai, 23 juli 2013)

 

Tntang kpulangan

Sebelum akhirnya, kusebut kau rindu

Malam terlampau dingin dengan hujan dan kepergian

Setelahnya, kulihat resah

Melingkupi daun-daun yang basah,.

(Yogyakarta, 2014)

 

*Puisi ini, pernah dimuat dalam antologi puisi Serumpun Rindu.

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. kpmrt berkata:

    Boleh mas, kirim ke alamat email kami di tubanjogja@gmail.com

  2. machmud zen berkata:

    salam hormat buat blogger,hanya sebatas tanya bgmn cara ikut nimbrung dalalam pengiriman puiSi atoupun narasi”sehingga bisa termuat dalam blog ini.
    sekian,kurang lebihnya saya ucapkan terima kasih..
    Kenduruan Tuban.

  1. Oktober 16, 2017

    […] Mbah Takrib […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.