PENDETA INDRIYANTO: BENCANA MELANDA, JANGAN SALAHKAN TUHAN!

Dua dari kiri: pendeta Indriyanto dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) mewakili pemuka agama yang hadir, sedang menyampaikan refleksi bencana yang melanda Indonesia.

Dua dari kiri: pendeta Indriyanto dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) mewakili pemuka agama yang hadir, sedang menyampaikan refleksi bencana yang melanda Indonesia.

Saat bencana melanda, jangan salahkan Tuhan. Jangan selalu salahkan alam. Bencana yang melanda bisa jadi adalah ulah manusia.

Itulah salah satu pesan yang disampaikan pendeta Indriyanto dari Gereja Kristen Jawa (GKI) dalam acara “Doa Lintas Iman dan Refleksi Bencana Alam Nasional” di Nol Kilometer, Yogyakarta (29/12/14). Acara tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) Se-Jawa yang terdiri dari Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Gresik (IMAGE), Ormada Jateng, DIY dan Jabar. Hadir juga sebagai pemimpin do’a lintas iman antara lain ustadz Dzikri dari Islam, seorang romo dari Katolik, Ki Demang dari Sunda Wiwitan dan seorang Banthe dari Budha.

Indriyanto mengungkapkan bahwa biasanya kita selalu menyalahkan alam saat bencana melanda, bahkan menyalahkan Tuhan. Padahal bencana yang datang bisa jadi adalah ulah manusia sendiri. “Seperti pengusaha yang rakus mengeksploitasi sumberdaya alam, sementara pemerintah malah membiarkannya. Justru mendorong eksploitasi itu sendiri. Dan seringkali dampak buruknya diabaikan. Disisi lain, kesadaran masyarakat dalam melestarikan alam masih rendah,” ungkapnya.

Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan Ki Demang dalam pembukaan acara, bahwa masyarakat memang harus lebih sadar dalam menjaga lingkungan. “Sebab menjaga kelestarian lingkungan adalah tugas manusia di dunia,” ujarnya.

Dafit, anggota KPMRT, juga setuju dengan pendapat pembicara. Ia menambahkan bahwa bencana yang ada, seperti banjir yang terjadi di Tuban saat ini adalah akibat semakin tipisnya hutan sebagai penyangga. Disisi lain, eksploitasi yang dilakukan perusahaan berlangsung massif. “Di Tuban terdapat satu wilayah industri dimana dalam satu titik yang berdekatan, berlangsung dua perusahaan semen yang melakukan eksploitasi sumber daya alam. Malah akan didirikan satu pabrik lagi. Ini kan mengancam kelestarian lingkungan!” ujar David. [fiq]

Tuban Jogja

Media publikasi pemikiran dan agenda kegiatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Ronggolawe Tuban (KPMRT) Yogyakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.